Minggu, 08 November 2015

Serunya Menunggu Hasil Tempe Homemade



Hasil tempe homemade

Belakangan ini suami saya suka sekali makan tempe mendoan. Beberapa kali bikin mendoan dengan tempe blok. Enak sih... tapi tidak seempuk kalau memakai tempe khusus mendoan. Kami pernah mencoba saran teman suami cara cepat membuat tempe untuk mendoan; tempe segar dipisah menjadi butir butir lagi dan dibungkus kembali dalam keadaan jauh lebih tipis. Esok harinya tempe yang dipisah itu akan menyatu lagi dan putih ditutupi ragi, khas tempe mendoan. Asyik...
Tapi kadang-kadang cara ini agak tricky, karena tempe yang kita beli tidak selalu masih segar. Sekali waktu, saya coba membuat dengan cara yang sama, tapi tempenya ternyata sudah lembek, dan hasilnya malah busuk (sigh....).
Tempe batch pertama
Alhasil, makin penasaran bikin homemade tempe. Tapi mencari ragi tempe ternyata tidak mudah. Keluar masuk pasar tidak ketemu penjualnya juga. Browsing online shop, jualnya paling sedikit ukuran 1 kg (bisa buat sekarung kedelai, waow, waow...). Setelah hampir menyerah, saat browsing peralatan baking, akhirnya ketemu juga di toko Ghandokkoe di Tokopedia yang ternyata menjual versi repack ragi tempe merk Raprima, cuma 100 gr. Alhamdulillah...

Perjuangan pun dimulai. Kedelai yang sudah hampir dua bulan teronggok di dapur pun mulai direndam. Menurut saya, bagian paling melelahkan dari membuat tempe adalah saat mengupas kulit dan memisahkannya. Ada yang menyarankan dengan cara membersihkan di air mengalir. Tapi saya memakai saringan. Kedelai yang sudah diremas-remas, diaduk perlahan dan kulit kedelai yang mengambang diangkat menggunakan saringan. Sedikit makan waktu, rapi cukup efektif dan hemat air.

Foto-foto ini diambil dari dua kali membuat tempe. Kali kedua, kami membuat satu papan tempe biasa dan tiga lembar tempe tipis khusus mendoan, hasilnya raginya rata dan mendoannya sangat empuk.

Yang perlu diperhatikan saat mencampur ragi adalah pastikan kedelainya kering dan sudah dingin agar ragi bisa bekerja dengan baik. Saya dengar kalau semakin panas udara di tempat Anda, semakin sedikit ragi yang diperlukan. Kami tinggal di Denpasar yang panas, dan menggunakan 1/4 sdt ragi tempe per 250 gr kedelai. Alhamdulillah hasilnya bagus.
Saat menyimpan calon tempe, sebaiknya beri jarak. Dalam kasus kami, karena ovennya kecil jadinya menyimpannya mepet. Tapi berhasil juga sih, hehehe...


Tempe Homemade

Bahan-bahan:
1. 250 gr kedelai
2. 1/4 sdt ragi tempe
3. 2 liter air untuk merebus tempe

Cara membuat:
1. Cuci bersih kedelai, pastikan tidak ada kotoran, kedelai busuk atau kerikil. Rendam selama 12-24 jam sampai mengembang (akan ada sedikit buih saat merendam, it's ok). Setelah 12-24 jam, ganti air rendaman dengan air bersih, dan mulai remas-remas kedelai sampai kulitnya terlepas.
2. Pisahkan kulit dari kedelai dengan cara aduk perlahan kedelai dan tangkap kulit kedelai yang mengambang dengan saringan (anda juga bisa membersihkannya di bawah air yang mengalir). Di tahap ini, biji kedelainya sudah dalam keadaan terbelah.

3. Bilas kembali kedelai dan pastikan kulit yang tersisa juga ikut terbuang. Rebus kedelai selama 30 menit. Jika ada buih yang muncul, angkat dengan sendok sayur.

4. Tiriskan kedelai. Lalu 'sangrai' kedelai yang sudah ditiriskan dengan api kecil sampai sisa airnya habis. Hanya sekitar 5 menit (Kalau Anda punya kain lap bersih, tebal dan kering untuk menyerap sisa air dari kedelai, Anda bisa lewatkan tahap ini. Letakkan saja kedelai yang sudah ditiriskan di atas kain lap).

5. Angkat kedelai dan taburkan di wadah datar dan lebar. Angin- anginkan dan tunggu sampai dingin.
6. Begitu kedelai sudah dingin dan sepenuhnya kering, campurkan dengan ragi tempe. Aduk- aduk dan pastikan ragi tempenya tercampur rata.

7. Bagi kedelai ke dalam porsi yang diinginkan. Masukkan ke dalam plastik, tusuk-tusuk plastik dengan jarum pentul. Tutup rapat plastiknya (paling bagus kalau menggunakan plastik Ziploc Bag. Kami menggunakan plastik kiloan yang distaples).
8. Letakkan di permukaan datar yang cukup hangat dan ada cukup sirkulasi udara. Saya meletakkannya di dalam rak oven dengan pintu oven sedikit terbuka. Dalam beberapa jam, kedelai akan mulai berkeringat dan akan mulai terlihat memutih.
Tempe batch kedua yang mulai 'berkeringat'

9. Setelah deg-degan menunggu, sambil mengintip berkali-kali, 24-36 jam kemudian, tempe Anda akan selesai; putih cantik dan padat. Kalau ada sedikit spot berwarna keabuan, tidak masalah.
Siap-siaplah si tempe ini diolah menjadi makanan kesukaan Anda. Kalau kami, sudah pasti tempe mendoan :-D
Hasilnya 1 papan tempe biasa dan 3 lembar tempe mendoan

Selamat mencoba, Semoga berhasil

Kamis, 05 November 2015

Sepotong Pie Labu dan Musim Gugur

Abaikan sedikit gosong  itu, hehehe...

Musim gugur masih berlangsung sekarang. walaupun di Indonesia tidak ada musim gugur, tapi ada satu makanan yang mengingatkan saya pada musim gugur selain daun gugur berwarna warninya ; Butterscoth Pie dan Pumpkin Pie. Pumpkin Pie atau Pie Labu umum di musim gugur karena juga dikenal sebagai musim panen labu.

Pernahkan Anda memakan sesuatu, yang mana di kunyahan pertama saja bisa membuat mata Anda berair karena sepertinya membawa Anda ke sebuah tempat di dalam kenangan Anda (feeling nostalgic)? Sama seperti saat saya membawakan beberapa potong ke tenpat kerja dan seorang kenalan berkebangasan Amerika bilang "you make my day!" saat makan sepotong pie yang mengingatkannya akan negaranya. Seperti itulah rasanya saat saya makan pumpkin pie. Selalu mengingatkan saya pada musim gugur bertahun-tahun yang lalu dan membuat bahagia, hahaha.... 

Lagipula, siapa yang tidak suka musim gugur, musim terindah dalam setahun :-).

Suasana musim gugur


Resep pumpkin pie ini masih saya modifkasi dari  Inspired taste . Saya mengganti krim dengan susu cair biasa dan labu kalengan dengan labu kukus buatan sendiri. Karena saya menggunakan labu kukus yang cenderung berair, jadi saya mengurangi jumlah cairannya. Beberapa kali saya buat, rasanya cukup mirip dengan rasa pie labu bule, walaupun memang tidak sekaya kalau kita menggunakan krim kental.


Karena saya juga tidak punya vanilla extract, saya menggantinya dengan kerukan biji vanilla. aromanya tetap enak. Anda juga bisa menggantinya dengan esens vanila kalau mau. Saya juga mengurangi takaran gulanya pasir dan mengganti brown sugar dengan gula palem.





Pumpkin Pie

Anda akan membutukan satu adonan kulit pie. Cek resep dan cara membuatnya di postingan saya sebelumnya di: Flaky pie crust.  Untuk menghidari pinggiran crust gosong sebelum isian pie matang, bisa dilapisi dengan aluminium foil di sekelilingnya.
Anda akan menggunakan loyang ukuran 23 cm.

Bahan-bahan:
  1. 1 adonan kulit pie
  2. 3 butir telur ayam
  3. 440 gr pumpkin puree
  4. 150 ml susu cair
  5. 75 gr gula pasir
  6. 1 sdt vanilla extract/ kerukan biji vanilla
  7. 65 gr gula palem 
  8. 1 sdt kayu manis bubuk
  9. 1/2 sdt bubuk spikulas 
  10. 1/2 sdt garam

Cara Membentuk kulit pie:
1. Keluarkan kulit pie dari kulkas (kalau Anda mengeluarkannya dari freezer, pastikan hilangkan dulu bekunya di rak kulkas bawah selama beberapa jam). Taburi tempat menggiling adonan dengan sedikit tepung. Giling adonan dengan ukuran lebih besar dari ukuran loyang.


2. Sediakan loyang, lalu dengan bantuan roll penggiling, angkat adonan ke dalam loyang seperti di gambar.


3. Ratakan adonan di dalam dengan mengikuti lekukan loyang (jangan ditarik). ratakan dan bentuk bagian pinggir dengan menekan adonan jari-jari Anda. masukkan kembali kedalam kulkas

Cara membuat isian pie:
Panaskan dulu oven di suhu 200 derajat celcius dengan api atas bawah, ya...
  1. Di dalam mangkuk, Kocok lepas telur ayam, tambahkan gula pasir+gula palem. Kocok rata
2. Tambahkan labu, susu dan vanilla, aduk rata. Tambahkan bubuk kayu manis, bubuk spikulas dan garam. Aduk lagi dan pastikan semuanya tercampur rata
3. Keluarkan adonan kulit dari kulkas dan lapisi pinggirannya dengan alumunium foil. Tuangkan isian pie. panggang di oven yang sudah dipanaskan di suhu 200 derajat tadi sampai 15 menit. kemudian turunkan suhunya menjadi 180 derajat selama 35 menit.


PERHATIAN: 
Sebenarnya ini tergantung panas ovennya, tapi buat jaga-jaga: sekitar 10 menit terakhir, 'intip' apakah bagian atas isian sudah mulai set atau belum. Kalau sudah kelihatan kering, sebaiknya matikan api atas dan gunakan api bawah saja, biar tidak gosong seperti punya saya ini ya.. hiks....

4. Keluarkan dari oven. Dinginkan selama kurang lebih 2 jam sebelum dipotong-potong.
Selamat mencoba!

Rabu, 21 Oktober 2015

Flaky Pie Crust

What's the most important part of a delicious pie? That should be the pie crust. In my opinion,  you can make any delicious filling; be it savory or sweet... but when a crust is not nice, then it may ruin the whole pie.
Apakah yang paling penting dari sebuah pie? pastinya kulit pie nya. Menurut saya, Anda bisa saja membuat isian pie yang enak; entah itu gurih atau manis... tapi kalau kulitnya tidak enak, maka bisa saja merusak rasa pie-nya.


After a lot of browsing, I found out that the best way to get flaky crust is to keep the butter cold, to never let it melt during the assembling process, otherwise it will be absorbed into the flour, then creates the gluten which results in rubbery crust.
When keeping the butter cold, you have to pay attention to the temperature of the room where you're working. Working in an air-conditioned kitchen/room is great, but if you don't have one, and you live in a hot area (I live in Bali, and it is so hot these days), chilling the flour and the equipment can be a big help. Besides freezing the butter, I store the per-weighed flour and the bowl, the water, food processor, as well as the spatula in the fridge a few hours prior to assembling the crust.
Setelah browsing sana sini, saya tahu cara untuk membuat kulit pie yang berlapis adalah dengan menjaga menteganya tetap dingin dan memastikannya tidak meleleh selama proses pembuatan kulit pie ini. Karena kalau menteganya meleleh, akan terserap ke dalam tepung dan gluten akan terbentuk yang bakal menghasilkan kulit pie yang alot.
Ketika menjaga mentega tetap dingin, perhatikan suhu ruang tempat Anda bekerja. Sebenarnya bekerja di ruangan ber-AC paling bagus, tapi kalau tidak, (saya tinggal di bali, dan belakangan ini cuaca sangat panas) mendinginkan bahan-bahan lain akan sangat membantu. Selain membekukan mentega, saya juga menyimpan tepung yang sudah ditimbang, mangkuk, air, food processor dan juga spatula di dalam kulkas beberapa jam sebelum membuat adonan kulit pie ini.

You can either use margarine or butter for the crust. But from my experience, using butter is a lot better; the dough is less greasy and easy to work with, not to mention the aroma and the taste it gives you. I find that the crust is also flakier compared to if using margarine. However, using margarine is totally ok.
Anda bisa menggunakan margarin ataupun mentega untuk membuat kulit pie. Tapi dari pengalaman saya, menggunakan mentega akan jauh lebih baik; adonannya tidak berminyak dan gampang dibentuk, belum lagi aroma dan rasanya yang enak. Saya perhatikan juga kulitnya lebih berlapis daripada kalau menggunakan margarin. Tapi menggunakan margarin juga tidak apa-apa.

By the way, when making pie crust, you can use a food processor or with hand in a bowl with two knives, or forks, or pastry cutter. I usually used the bowl version, but this time I used the food processor.
Ngomong-ngomong, untuk membuat kulit pie Anda bisa menggunakan food processor atau dengan tangan di dalam mangkuk dengan dua pisau, atau garpu, atau pisau pastry. Saya biasanya menggunakan mangkuk dan pisau/garpu, tapi kali ini saya menggunakan food processor.

I use the recipe adapted from Inspired Taste . Works every time. Here is the recipe
(for two discs of pie crust)

Flaky Pie Crust

Ingredients: 
  • 360 grams all-purpose flour
  • 1/2 teaspoon salt (leave it if you use salted butter)
  • 1/2 tablespoon sugar
  • 227 grams frozen unsalted butter
  • 6 to 8 tablespoons ice water
Saya memakai resep yang diadaptasi dari  Inspired Taste . Selalu berhasil. Berikut resepnya 
(untuk dua piringan adonan kulit pie)

Kulit Pie Berlapis

Bahan-bahan : 
  • 360 gram tepung terigu serbaguna
  • 1/2 sendok teh garam (lewatkan kalau menggunakan mentega asin)
  • 1/2 sendok makan gula
  • 227 gram metega beku
  • 6 to 8 sendok makan air dingin
 Instructions: 
1. Cut the frozen butter into small cubes
1. Potong-potong mentega beku menjadi dadu kecil.
 


2. Prepare the food processor / bowl, add half of the flour+salt+sugar, pulse a couple of times, then add the cold butter. pulse for a few times until the butter is coated in flour. add the rest of the flour, pulse/mix for a few more times until everything is combined. it should be pea-sized pieces now.

2. Siapkan foodd processor atau mangkuk, tambahkan sebagian ntepung+garam+gula, putar dengan tombol pulse (potong-potong dan campur dengan dua pisau atau garpu jika tidak menggunakan food processor) hingga menteganya tertutup tepung. tambakan sisa tepung, campur lagi hingga merata. Sekarang ukurannya sebesar kacang polong.

3. Pour into a bowl. Add the cold water two tablespoons at a time, mix with a spatula, add more two more at a time until when you press the crumble together, they come together firmly (in my experince, I need 6 tablespoons when using butter and 8 tablespoons when using margarine, so better look at yours to know how many tablespoons that you need). you should still see butter chunks in the dough at this stage.
3. Tuangkan ke dalam mangkuk (jika menggunakan food processor). tambahkan air dingin secara bertahap, dua sendok dulu. campur dengan spatula, tambahkan lagi dua sendok air, aduk rata. perhatikan dan coba dengan menekan remah-remah adonan dengan tangan dan remahnya menyatu maka adonannya sudah jadi (pengalaman saya, 6 sendok makan jika menggunakan mentega dan 8 sendok makan jika menggunakan margarin. perhatikan baik-baik adonan Anda). Di tahap ini, Anda masih bisa melihat bongkahan mentega.
4. Assemble the dough, divide into two balls. shape each ball into a disc and wrap with a plastic wrap. store in the fridge.  leave it in the fridge for at least 30 minutes before using.
4. Kumpulkan dan bentuk adonannya, bagi menjadi dua bola, lalu pipihkan menjadi piringan dan bungkus dengan plastik. simpan di kulkas. biarkan di kulkas selama sedikitnya 30 menit sebelum digunakan. 


Now you have pie crust to use for any pie that you want. It can last up to 3 months in the freezer (just remember to thaw a few hours in the fridge before using). 
Sekarang Anda punya kulit pie yang bisa Anda gunakan untuk pie apa saja yang Anda mau. Kulit pie ini bisa bertahan sampai 3 bulan di dalam freezer (ingatlah untuk menghilangkan bekunya di rak kulkas beberapa jam sebelum digunakan)

Happy Baking!


Minggu, 23 Agustus 2015

Cap Cay Udang - Shrimp and Vegetable Stir Fry



There are various Indonesian dishes that are influenced by Chinese cooking as a result of cultural blending between the Chinese merchants and the locals in the past. We have bakso (meatball soup), bakmi (meatball and noodle soup), bakpao (steam buns), cap cay (vegetable stir fry), etc.
Ada beragam makanan indonesia yang dipengaruhi oleh masakan Cina karena adanya perleburan budaya antara para pendatang dari Cina dan penduduk pribumi di masa lalu. Sebut saja di antaranya bakso, bakmi, bakpao, cap cay, dll.

From all of the dishes, the one that is so popular is the colorful Cap Cay or Vegetable Stir Fry. It is served in restaurants, at homes, and even at the buffet in wedding events. It's our favorite, not only because it is so easy to make, it also is packed with nutrition, thanks to the various veggies in it.
Dari semua tersebut, makanan yang sangat populer adalah si cap cay yang penuh warna. Makanan ini disajikan di restoran, di rumah, bahkan di hidangan acara pernikahan. Makanan yang satu ini merupakan kesukaan kami, bukan karena gampang dibuat, tapi juga karena cap cay penuh nutrisi dari banyaknya sayuran di dalamnya.
Basically, you can use any vegetables that you have in hand. For me personally, i always have the carrot and the bok choy. You can always add chicken or seafood, though the vegetarian version with button mushrooms is just as delicious.
Pada dasarnya Anda bisa menggunakan sayuran apa saja yang Anda punya. Saya sendiri selalu memakai wortel dan pok choy. Anda juga bisa menambahkan daging ayam atau makanan laut, walaupun cap cay versi vegetarian dengan jamur kancing saja pun sama enaknya.
For me, what should never be missed are the aromatics like ginger and garlic, resulting in a  fragrant and distinctly tasteful stir fry.
Menurut saya, bahan yang tidak boleh ketinggalan adalah bahan pemberi aroma seperti jahe dan bawang putih, yang membuatnya wangi dan punya rasa enak yang khas.

Here is the recipe:

Cap Cay Udang 
Shrimp and Vegetable Stir Fry

Ingredients:
1. Shrimp,100 gr . Peel and devein.
2. Carrot, 100 gr.  Slice.
3. Bok choy, 100 gr . Cut the stalks from the leaves
4. Wood ear mushroom, 25 gr. Soak in hot water and slice.
5. One egg (i use one leftover egg white)
6. One small onion. Slice
7. Garlic, 6 cloves. Chop
8. Ginger, 1 cm. Bruise
9. Oyster sauce, 1 tbspn.
10. Sesame oil, 1 tspn.
11. Salt, 1/2 tspn.
12. Pepper powder, 1 tspn.
13. Cornstarch, 1 tbspn dilute in 2 tbspn water
14. Chicken stock, 100 ml
15. Oil for stir frying, 2 tbspn

Ingredients:
1. Udang, 100 gr.kupas dan buang uratnya.
2. Wortel, 100 gr. Iris
3. Pok choy, 100 gr . Potong dan pisahkan batang dan daunnya
4. Jamur kuping, 25 gr. Rendam dalam air panas dan iris.
5. sebutir telur (saya menggunakan satu putih telur sisa)
6. Satu buah bawang bombay ukuran kecil, iris.
7. Bawang putih, 6 siung. cincang.
8. Jahe, 1 cm. memarkan.
9. Saus tiram, 1 sdm.
10. Minyak wijen, 1 sdt.
11. Garam, 1/2 sdt.
12. Merica bubuk, 1 sdt.
13. Tepung maizena, 1 sdm. larutkan dalam 2 sdm air.
14. Kaldu ayam, 100 ml
15. Minyak untuk menumis, 2 sdm.

Instructions:
1. In a medium high heat, heat the oil in the pan, then add onion, garlic and ginger. Stir fry until fragrant and translucent. Add the egg, stir well.
Menggunakan api sedang, panaskan wajan dan tumis bawang bombay, bawang putih serta jahe. tumis hingga harum dan trasnparan. tambahkan telur, aduk rata.
2. Add the shrimps, stir for a couple of minutes until they turn pinkish.
tambahkan udang, aduk selama beberapa saat sampai berubah warna menjadi agak merah muda.

3. Add the carrot and the wood ear mushroom. Add thr oyster sauce and pour in the chicken stock. Let simmer for a couple of minutes.
Tambahkan wortel dan jamur kuping. masukkan saus tiram dan tuang kaldu ayam. didhkan selama bebrapa menit.
4. Add the bok choy stalks, stir well, then followed by the leaves. Finally, add the salt, pepper, and sesame oil. Simmer for another 5 minutes and turn off the heat.
tambahkan batang pok choy, aduk rata, lalu diikuti oleh daunnya. terakhir, tambahkan garam, merica bubuk dan minyak wijen.
5. Remove the vegetable stir fry from the pan since the heat will continue cooking them. Serve earm with warm steamed rice. Enjoy!
Angkat dari wajan karena panasnya akan terus memasak sayurannya. sajikan cap cay dengan nasi hangat. selamat menikmati!

Kamis, 13 Agustus 2015

Mie Telur Wortel Tanpa Penggiling Mie! - Homemade Carrot Egg Noodle, No Noodle Maker Required

In Indonesia, noodle is a very common dish to have besides rice. Many restaurants have noodles in their menu; be it in expensive restaurants or at affordable street vendors.  However, there have been issues of noodles made with unsafe, inedible preservatives or coloring, it makes us (I and my hubby) think twice before having noodle when eating out. You just can't tell it, so better be safe than sorry.

Di Indonesia, mie adalah makanan yang sangat umum selain nasi. banyak restoran yang menyajikan mie dalam menu mereka; entah itu di restoran mahal atau pedagang kaki lima yang harganya terjangkau. Tapi ada isu yang beredar bahwa banyak mie yang dibuat dengan bahan tambahan bukan makanan yang tidak aman dan berbahaya seperti pengawet dan pewarna. Jadinya saya dan suami harus berpikir dua kali sebelum memakan hidangan mie di luar. Karena kita tidak tahu mana yang aman dan tidak, lebih baik mencegah daripada menyesal nanti.


What you can do to be safe is trying to make your own noodle at home. I know it sounds difficult, that was what i thought, but making your own healthy noodle is so easy! It doesn't require any high tech tools, just your knife, a smooth surface and a rolling pin. You can cook the noodle right away or keep in a sealed plastic bag in the fridge. It lasts for around 3 days.

Untuk amannya, Anda bisa membuat mie sendiri di rumah. memang terdengar sulit, dulu juga saya berpikir begitu. Tapi membuat mie sehat sendiri ternyata sangat mudah. Anda tidak perlu punya peralatan canggih, cukup pisau, permukaan yang rata untuk menggilas, dan penggilas adonan. Anda bisa langsung memasak mie Anda sesuai selera atau bisa juga disimpan di dalam kantung plastik di kulkas. Mie ini bisa bertahan selama 3 hari.


For the noodle, I wanted to add a touch of vegetable as well as a pretty color, and the only veggie that I had in the fridge was carrot. Carrot gives beautiful orange color to the dough, yet it tends to fade away once the noodle is cooked. So I add a little paprika powder to enhance the color. I also add some garlic powder since my husband loves dish with garlicky taste. You can use any vegetable of your choice; spinach, beetroot or purple sweet potato. They give amazingly pretty colors.

Untuk mie ini, saya mau menambahkan sayuran dan warna yang cantik, tapi saya hanya punya wortel. Wortel memberikan warna oranye yang cantik dalam adonan, tapi cenderung menghilang saat dimasak. jadi saya menambahkan bubuk paprika untuk memperkuat warnanya. Saya juga menambahkan bawang putih bubuk karena suami saya suka makanan yang ada rasa bawang putihnya. Anda bisa menggunakan sayuran pilihan Anda sendiri; ada bayam, akar bit atau ubi ungu, semuanya memberikan warna yang sangat cantik.

The dough that I have here results is a chewy yet soft noodle. if you want softer noodle, perhaps you can omit the egg whites (I used whole eggs). I made egg noodle using only the egg yolk before, it tasted great as well. so it's up to your preference.

Adonan yang saya buat di sini menghasilkan mie yang kenyal namun cukup lembut. Kalau Anda mau mie yang lebih lembut, mungkin Anda bisa tidak menggunakan putih telur (di sini saya menggunakan telur utuh). sebelumnya saya membuat mie dengan kuning telur saja, rasanya juga enak kok. jadi tergantung pilihan Anda mau memakai yang mana.

For the flour in coating the noddle, use tapioca or corn starch. do not use the same flour you use as the base of your noodle, since it will be absorbed into the noodle, makes it sticky and  will result in rubbery and hard noodle.  

Untuk tepung pelapis, gunakan teping tapioka atau tepung maizena. jangan menggunakan tepung yang sama dengan dasar adonan mie Anda, karena nanti akan terserap ke dalam mie, membuatnya lengket dan berakhir menjadi mie yang liat dan keras.

So, here is the recipe for the noodle:

Carrot Egg Noodle
Mie Telur Wortel

 Ingredients:
450 gr high protein flour
1 teaspoon garlic powder
1 teaspoon paprika powder
1 teaspoon salt
tapioca or corn starch for coating
2 eggs
1 medium carrot, juice.
(you will need around 250 ml of liquid from the eggs and the carrot juice)


450 gr tepung terigu protein tinggi (Cakra Kembar)
1 sdt bawang putih bubuk
1 sdt paprika bubuk
1 sdt garam
Tepung tapioka atau tepung maizena untuk pelapis
2 butir telur
1 buah wortel ukuran sedang, ambil blender bersama air dan ambil sarinya.
(Anda membutuhkan sekitar 250 ml cairan dari campuran telur dan jus wortel)

Instructions:
1. Lightly beat the eggs with salt, garlic powder and paprika powder. add the carrot juice up to approximately 250 ml (more or less depends on the dough).
Kocok telur bersama garam, bawang putih bubuk dan paprika bubuk. tambahkan jus wortel sampai Anda mendapatkan sekitar 250 ml cairan (lebih dan kurannya tergantung keadaan adonan nanti)

2. In a large bowl, place the flour. make a well in the center and pour in the egg-carrot mixture a little at a time. stir and mix slowly with a spatula.
Dalam mangkuk besar, masukkan tepung. buat sumur di tengahnya dan tuang campuran telur-wortel sedikit demi sedikit. aduk dan campur perlahan dengan spatula.
3. When the flour and the liquid is well combined, start kneading by hand for about 7-10 minutes until the dough is smooth and no longer sticky.
Saat tepung dan cairan sudah tercampur, mulai uleni adonannya dengan tangan sekitar 7-10 menit sampai adonannya halus dan tidak lengket.
4. Rest the dough for about 30 minutes to relax the gluten. Cover the dough with a plastic wrap. You will get even smoother dough after resting.
Istirahatkan adonan sekitar 30 menit untuk membuat mengistirahatkan glutennya. tutup dengan plastik. setelah diistirahatkan, adonannya akan semakin halus.

5. On a lightly floured (wheat flour) surface, place the dough and create a log. cut the logs into 4 pieces. take one piece of dough and cover the rest of it. roll out the dough to your desired thickness.
Di atas tempat penggilingan, taburi sedikit tepung (terigu), letakkan adonannya dan bentuk memanjang. potong adonan menjadi 4 bagian. ambil satu bagian, dan tutup kembali sisanya. giling adonannya dengan ketebalan yang Anda inginkan.

6. Coat the surface of the dough with tapioca or corn starch.
Taburi permukaan adonan yang sudah digiling dengan tepung tapioka atau tepung maizena.


7. Loosely fold the two ends of the dough towards the center, make sure you have a little space between the folds.
Buat lipatan longgar dari kedua ujung adonan menuju ke arah tengah. pastikan ada sedikit ruang di antara dua lipatan tersebut.
8. Coat with some more starch, then start cutting the dough to your desired thickness. after cutting, slowly release the noodle from center outwards.
Taburi lagi dengan tepung pelapis, lalu mulai potong sesuai dengan ketebalan yang Anda inginkan. setelah memotong, lepaskan mie perlahan dari arah tengah ke arah luar.

 9. Loose the tangled noodle slowly while adding a little more starch.
Longgarkan dan lepaskan mie yang masih melekat sambil tambahkan lagi tepung pelapis.

 

Now you have your own homemade egg noodle, ready to be cooked into any dish you want. enjoy!
Sekarang Anda sudah punya mie telur buatan sendiri, siap diolah menjadi makanan apa saja yang Anda mau. selamat menikmati!