Minggu, 08 November 2015

Serunya Menunggu Hasil Tempe Homemade



Hasil tempe homemade

Belakangan ini suami saya suka sekali makan tempe mendoan. Beberapa kali bikin mendoan dengan tempe blok. Enak sih... tapi tidak seempuk kalau memakai tempe khusus mendoan. Kami pernah mencoba saran teman suami cara cepat membuat tempe untuk mendoan; tempe segar dipisah menjadi butir butir lagi dan dibungkus kembali dalam keadaan jauh lebih tipis. Esok harinya tempe yang dipisah itu akan menyatu lagi dan putih ditutupi ragi, khas tempe mendoan. Asyik...
Tapi kadang-kadang cara ini agak tricky, karena tempe yang kita beli tidak selalu masih segar. Sekali waktu, saya coba membuat dengan cara yang sama, tapi tempenya ternyata sudah lembek, dan hasilnya malah busuk (sigh....).
Tempe batch pertama
Alhasil, makin penasaran bikin homemade tempe. Tapi mencari ragi tempe ternyata tidak mudah. Keluar masuk pasar tidak ketemu penjualnya juga. Browsing online shop, jualnya paling sedikit ukuran 1 kg (bisa buat sekarung kedelai, waow, waow...). Setelah hampir menyerah, saat browsing peralatan baking, akhirnya ketemu juga di toko Ghandokkoe di Tokopedia yang ternyata menjual versi repack ragi tempe merk Raprima, cuma 100 gr. Alhamdulillah...

Perjuangan pun dimulai. Kedelai yang sudah hampir dua bulan teronggok di dapur pun mulai direndam. Menurut saya, bagian paling melelahkan dari membuat tempe adalah saat mengupas kulit dan memisahkannya. Ada yang menyarankan dengan cara membersihkan di air mengalir. Tapi saya memakai saringan. Kedelai yang sudah diremas-remas, diaduk perlahan dan kulit kedelai yang mengambang diangkat menggunakan saringan. Sedikit makan waktu, rapi cukup efektif dan hemat air.

Foto-foto ini diambil dari dua kali membuat tempe. Kali kedua, kami membuat satu papan tempe biasa dan tiga lembar tempe tipis khusus mendoan, hasilnya raginya rata dan mendoannya sangat empuk.

Yang perlu diperhatikan saat mencampur ragi adalah pastikan kedelainya kering dan sudah dingin agar ragi bisa bekerja dengan baik. Saya dengar kalau semakin panas udara di tempat Anda, semakin sedikit ragi yang diperlukan. Kami tinggal di Denpasar yang panas, dan menggunakan 1/4 sdt ragi tempe per 250 gr kedelai. Alhamdulillah hasilnya bagus.
Saat menyimpan calon tempe, sebaiknya beri jarak. Dalam kasus kami, karena ovennya kecil jadinya menyimpannya mepet. Tapi berhasil juga sih, hehehe...


Tempe Homemade

Bahan-bahan:
1. 250 gr kedelai
2. 1/4 sdt ragi tempe
3. 2 liter air untuk merebus tempe

Cara membuat:
1. Cuci bersih kedelai, pastikan tidak ada kotoran, kedelai busuk atau kerikil. Rendam selama 12-24 jam sampai mengembang (akan ada sedikit buih saat merendam, it's ok). Setelah 12-24 jam, ganti air rendaman dengan air bersih, dan mulai remas-remas kedelai sampai kulitnya terlepas.
2. Pisahkan kulit dari kedelai dengan cara aduk perlahan kedelai dan tangkap kulit kedelai yang mengambang dengan saringan (anda juga bisa membersihkannya di bawah air yang mengalir). Di tahap ini, biji kedelainya sudah dalam keadaan terbelah.

3. Bilas kembali kedelai dan pastikan kulit yang tersisa juga ikut terbuang. Rebus kedelai selama 30 menit. Jika ada buih yang muncul, angkat dengan sendok sayur.

4. Tiriskan kedelai. Lalu 'sangrai' kedelai yang sudah ditiriskan dengan api kecil sampai sisa airnya habis. Hanya sekitar 5 menit (Kalau Anda punya kain lap bersih, tebal dan kering untuk menyerap sisa air dari kedelai, Anda bisa lewatkan tahap ini. Letakkan saja kedelai yang sudah ditiriskan di atas kain lap).

5. Angkat kedelai dan taburkan di wadah datar dan lebar. Angin- anginkan dan tunggu sampai dingin.
6. Begitu kedelai sudah dingin dan sepenuhnya kering, campurkan dengan ragi tempe. Aduk- aduk dan pastikan ragi tempenya tercampur rata.

7. Bagi kedelai ke dalam porsi yang diinginkan. Masukkan ke dalam plastik, tusuk-tusuk plastik dengan jarum pentul. Tutup rapat plastiknya (paling bagus kalau menggunakan plastik Ziploc Bag. Kami menggunakan plastik kiloan yang distaples).
8. Letakkan di permukaan datar yang cukup hangat dan ada cukup sirkulasi udara. Saya meletakkannya di dalam rak oven dengan pintu oven sedikit terbuka. Dalam beberapa jam, kedelai akan mulai berkeringat dan akan mulai terlihat memutih.
Tempe batch kedua yang mulai 'berkeringat'

9. Setelah deg-degan menunggu, sambil mengintip berkali-kali, 24-36 jam kemudian, tempe Anda akan selesai; putih cantik dan padat. Kalau ada sedikit spot berwarna keabuan, tidak masalah.
Siap-siaplah si tempe ini diolah menjadi makanan kesukaan Anda. Kalau kami, sudah pasti tempe mendoan :-D
Hasilnya 1 papan tempe biasa dan 3 lembar tempe mendoan

Selamat mencoba, Semoga berhasil

Kamis, 05 November 2015

Sepotong Pie Labu dan Musim Gugur

Abaikan sedikit gosong  itu, hehehe...

Musim gugur masih berlangsung sekarang. walaupun di Indonesia tidak ada musim gugur, tapi ada satu makanan yang mengingatkan saya pada musim gugur selain daun gugur berwarna warninya ; Butterscoth Pie dan Pumpkin Pie. Pumpkin Pie atau Pie Labu umum di musim gugur karena juga dikenal sebagai musim panen labu.

Pernahkan Anda memakan sesuatu, yang mana di kunyahan pertama saja bisa membuat mata Anda berair karena sepertinya membawa Anda ke sebuah tempat di dalam kenangan Anda (feeling nostalgic)? Sama seperti saat saya membawakan beberapa potong ke tenpat kerja dan seorang kenalan berkebangasan Amerika bilang "you make my day!" saat makan sepotong pie yang mengingatkannya akan negaranya. Seperti itulah rasanya saat saya makan pumpkin pie. Selalu mengingatkan saya pada musim gugur bertahun-tahun yang lalu dan membuat bahagia, hahaha.... 

Lagipula, siapa yang tidak suka musim gugur, musim terindah dalam setahun :-).

Suasana musim gugur


Resep pumpkin pie ini masih saya modifkasi dari  Inspired taste . Saya mengganti krim dengan susu cair biasa dan labu kalengan dengan labu kukus buatan sendiri. Karena saya menggunakan labu kukus yang cenderung berair, jadi saya mengurangi jumlah cairannya. Beberapa kali saya buat, rasanya cukup mirip dengan rasa pie labu bule, walaupun memang tidak sekaya kalau kita menggunakan krim kental.


Karena saya juga tidak punya vanilla extract, saya menggantinya dengan kerukan biji vanilla. aromanya tetap enak. Anda juga bisa menggantinya dengan esens vanila kalau mau. Saya juga mengurangi takaran gulanya pasir dan mengganti brown sugar dengan gula palem.





Pumpkin Pie

Anda akan membutukan satu adonan kulit pie. Cek resep dan cara membuatnya di postingan saya sebelumnya di: Flaky pie crust.  Untuk menghidari pinggiran crust gosong sebelum isian pie matang, bisa dilapisi dengan aluminium foil di sekelilingnya.
Anda akan menggunakan loyang ukuran 23 cm.

Bahan-bahan:
  1. 1 adonan kulit pie
  2. 3 butir telur ayam
  3. 440 gr pumpkin puree
  4. 150 ml susu cair
  5. 75 gr gula pasir
  6. 1 sdt vanilla extract/ kerukan biji vanilla
  7. 65 gr gula palem 
  8. 1 sdt kayu manis bubuk
  9. 1/2 sdt bubuk spikulas 
  10. 1/2 sdt garam

Cara Membentuk kulit pie:
1. Keluarkan kulit pie dari kulkas (kalau Anda mengeluarkannya dari freezer, pastikan hilangkan dulu bekunya di rak kulkas bawah selama beberapa jam). Taburi tempat menggiling adonan dengan sedikit tepung. Giling adonan dengan ukuran lebih besar dari ukuran loyang.


2. Sediakan loyang, lalu dengan bantuan roll penggiling, angkat adonan ke dalam loyang seperti di gambar.


3. Ratakan adonan di dalam dengan mengikuti lekukan loyang (jangan ditarik). ratakan dan bentuk bagian pinggir dengan menekan adonan jari-jari Anda. masukkan kembali kedalam kulkas

Cara membuat isian pie:
Panaskan dulu oven di suhu 200 derajat celcius dengan api atas bawah, ya...
  1. Di dalam mangkuk, Kocok lepas telur ayam, tambahkan gula pasir+gula palem. Kocok rata
2. Tambahkan labu, susu dan vanilla, aduk rata. Tambahkan bubuk kayu manis, bubuk spikulas dan garam. Aduk lagi dan pastikan semuanya tercampur rata
3. Keluarkan adonan kulit dari kulkas dan lapisi pinggirannya dengan alumunium foil. Tuangkan isian pie. panggang di oven yang sudah dipanaskan di suhu 200 derajat tadi sampai 15 menit. kemudian turunkan suhunya menjadi 180 derajat selama 35 menit.


PERHATIAN: 
Sebenarnya ini tergantung panas ovennya, tapi buat jaga-jaga: sekitar 10 menit terakhir, 'intip' apakah bagian atas isian sudah mulai set atau belum. Kalau sudah kelihatan kering, sebaiknya matikan api atas dan gunakan api bawah saja, biar tidak gosong seperti punya saya ini ya.. hiks....

4. Keluarkan dari oven. Dinginkan selama kurang lebih 2 jam sebelum dipotong-potong.
Selamat mencoba!